Hoshi G. Hime aka Ghee

View previous topic View next topic Go down

Hoshi G. Hime aka Ghee

Post by Hoshi G. Hime on Fri Mar 05, 2010 9:20 pm

Nama : Hime G. Hoshi (nick : Ghee)
Side : Shasta
Umur : 15 tahun
Tempat Tanggal Lahir : 24 Juni 1994
Kelas : I
Club yang diikuti : Archery
Tinggi / Berat : 163cm / 54kg
Golongan Darah : O
Hobi : *smirk* Kalian tak akan ingin tahu.
Likes : *smirk lagi* Demi Tuhan, kalau Dia memang ada, kalian tak akan ingin tahu.
Dislikes : Pria
Personality : Dingin, tenang, dan tidak peduli pada sekitar. Dalam pergaulan pun dia tipe yang diam di pojok untuk memperhatikan. Tidak pernah tertarik untuk bergabung dalam diskusi. Cenderung tidak bereaksi terpengaruh hiruk pikuk sekitar. Tetapi, apabila sesuatu mengusiknya, Ghee tidak akan segan-segan menggunakan tangannya. Silahkan interprentasikan sendiri apakah itu tamparan atau bacokan.
Ciri-ciri fisik : Tubuh padat berisi, sedikit berisi bahkan di bagian-bagian tertentu. Rambut hitam dipotong bob dengan poni samping. Bola mata merah besar dengan sorot tajam. Kulit kecoklatan karena terlalu sering bergaul dengan matahari.
Latar Belakang :

*sigh*

Sang ibu adalah seorang dokter ahli bedah yang membelot menjadi seorang pembunuh bayaran. Tidak asal membunuh, wanita itu mengeluarkan organ-organ penting manusia dengan sangat hati-hati untuk diselundupkan dan dijual ke negara barat. Ya, beliau adalah anggota 'lingkaran dalam' organ trafficker, atau mafia organ tubuh. Dalam suatu misi, sang ibu diperintahkan ke Tibet untuk membunuh dan mengambil organ dari pada pendeta Buddha di sana. Mereka diincar karena pola hidup sehat dan kebiasaan meditasi, sehingga organ tubuh mereka pasti akan terjual dengan harga tinggi.

Sialnya, sang ibu jatuh cinta pada wakil pendeta kepala, dan tanpa perlu dijelaskan detailnya, mereka melarikan diri dari Tibet untuk membangun keluarga. Hubungan terlarang ini menghasilkan tiga orang anak; Ghee memiliki seorang kakak perempuan dan adik laki-laki. Ketika Ghee berumur lima tahun (kakaknya berumur delapan dan adiknya masih bayi), sang ibu yang ternyata tidak sepenuhnya berhenti dari usaha kotornya, tertangkap basah oleh sang ayah--dalam keadaaan berlumuran darah. Mayat seorang pendeta, sahabat dari sang ayah, tergeletak dengan leher nyaris putus. Dari sinilah semuanya berubah menjadi sebuah teror.

Pendeta malang tersebut ternyata pergi dari Tibet untuk mencari ayah dari Ghee. Melihat kenyataan berdarah di hadapannya, sang ayah membawa anak lelaki bungsunya yang masih bayi kabur, dan dari sinilah Ghee tak pernah tahu keberadaan ayahnya. Sang ibu yang masih terikat dengan organisasi, memutuskan membawa kembali kedua anak perempuannya ke Jepang dan membesarkan mereka sebagai calon penerus organisasi. Ghee dan sang kakak perempuan sudah pernah memegang senjata, alat bedah, diajarkan dasar-dasar kedokteran dan membuat rencana pembunuhan. Kini sang kakak berkuliah di jurusan kedokteran, dan Ghee juga sepertinya akan meneruskan jejak kedua wanita tersebut.

Dibesarkan oleh seorang ibu yang mendekati psikopat dan tumbuh bersama kakaknya yang berpikiran oportunis, mau tidak mau membentuk pribadi Ghee menjadi seorang yang sama saja 'gila'nya. Ia juga tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah--tidak ingat tepatnya--yang mengakibatkan dia tidak percaya sedikit pun pada lelaki. Melihat ibunya yang mampu menghidupi ia dan kakaknya, Ghee juga tidak percaya pernikahan, apalagi cinta. Terlebih ia beranggapan 'nyawa manusia bisa diperpanjang dengan menggunakan manusia lain', Tuhan pun ia tolak sebagai bagian dari kehidupan. Ah, ralat. Tuhan baginya adalah ilmu pengetahuan. Sisanya adalah manusia yang menentukan.
avatar
Hoshi G. Hime

Posts : 4
Side : Shasta
Age : 23
Registration Date : 2010-03-05

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum